Segmen mobil mewah di Asia kini didominasi oleh fitur pintar (smart features) dan teknologi otonom yang canggih, jauh melampaui kenyamanan. Konsumen Asia menuntut integrasi teknologi terbaru, mulai dari sistem infotainment berbasis AI hingga fungsi mengemudi semi-otonom level 2 dan 3.
Fitur pintar yang populer mencakup sistem konektivitas yang terintegrasi penuh dengan ekosistem smartphone lokal, asisten suara yang merespons bahasa regional, dan pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) untuk meningkatkan kemampuan mobil secara berkala.
Teknologi otonom, seperti Adaptive Cruise Control dan Lane Keeping Assist, menjadi sangat relevan di Asia untuk membantu pengemudi mengatasi kemacetan lalu lintas yang parah di perkotaan. Meskipun demikian, regulasi regional mengenai full autonomy (level 4 dan 5) masih sangat konservatif.
Persaingan di segmen mewah ini kini beralih dari tenaga mesin ke kecanggihan software. Produsen mobil mewah harus terus berinovasi dalam pengalaman digital dan keamanan siber untuk memenangkan hati konsumen Asia yang tech-savvy.
Mobil mewah Asia kini mengandalkan fitur pintar seperti sistem infotainment berbasis AI dan teknologi semi-otonom untuk mengatasi kemacetan, menuntut produsen untuk memenangkan persaingan melalui kecanggihan software dan keamanan siber.

